Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BerandaSulawesi BaratSulawesi Info

Ketua IJS Mamasa Ingatkan Ancaman Pidana bagi Penghalang Tugas Pers

52
×

Ketua IJS Mamasa Ingatkan Ancaman Pidana bagi Penghalang Tugas Pers

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Delikpos>>Sulawesi Barat — Aktivitas jurnalistik kembali mendapat tekanan di Kabupaten Mamasa. Seorang wartawati dilaporkan mengalami intervensi dan perlakuan yang dinilai tidak pantas saat menjalankan tugas konfirmasi kepada pemilik salah satu pangkalan LPG subsidi 3 kilogram di Desa Malabo, Kecamatan Tanduk Kalua’, pada Minggu, 7 Desember 2025.

Peristiwa tersebut terjadi ketika wartawati bersangkutan meminta klarifikasi terkait dugaan penyelewengan distribusi tabung LPG 3 kilogram. Sebelumnya, warga Desa Malabo menyampaikan keluhan mengenai dugaan penyaluran gas subsidi ke luar wilayah desa, yang menyebabkan masyarakat setempat kerap kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram.

Example 300x600

Sejumlah warga mengaku sering melihat pasokan tabung LPG tiba di pangkalan. Namun, saat warga melakukan antrean pembelian, hanya sebagian kecil yang berhasil mendapatkan tabung gas. Sisa pasokan diduga telah disalurkan lebih dahulu ke luar wilayah Malabo, sehingga memicu kelangkaan berkala dan kekecewaan masyarakat.

“Sampai di pangkalan selalu kehabisan. Padahal mobil pengangkut terlihat datang. Ketika warga antre, yang dapat hanya sedikit,” ungkap salah satu warga yang memilih tidak disebutkan namanya.

Situasi kemudian memanas ketika wartawati yang menjalankan tugas jurnalistik justru mendapat ucapan tidak pantas dari pihak keluarga pemilik pangkalan. Meski demikian, wartawati tersebut tetap bersikap tenang dan profesional dalam menghadapi situasi tersebut.

Insiden ini memicu reaksi dari komunitas pers di Kabupaten Mamasa. Sejumlah media menyatakan akan meminta klarifikasi resmi kepada pihak agen LPG dan Pertamina, serta mendorong pengusutan terhadap dugaan penyelewengan distribusi dan perlakuan yang dinilai merendahkan profesi wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Malabo bersama sejumlah wartawan masih mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa, aparat penegak hukum, serta Pertamina Rayon Parepare untuk segera menindaklanjuti dugaan penyelewengan distribusi LPG 3 kilogram dan insiden intervensi terhadap pekerja pers.

Masyarakat khawatir apabila persoalan ini tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas agar distribusi LPG subsidi kembali berjalan normal serta situasi keamanan di desa tetap terjaga. “An”

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *