Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BerandaMusibah & Bencana AlamSulawesi Barat

Puluhan Balita dan Ibu Hamil Alami Gangguan Kesehatan Usai MBG, Dinkes Majene Tetapkan KLB

46
×

Puluhan Balita dan Ibu Hamil Alami Gangguan Kesehatan Usai MBG, Dinkes Majene Tetapkan KLB

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAJENE — |◈| Delikpos News |◈| Puluhan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan setempat menetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul banyaknya korban dari kelompok rentan.

Data sementara mencatat sekitar 50 orang terdampak, terdiri atas balita, anak usia sekolah, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Peristiwa ini terjadi di tujuh desa wilayah Kecamatan Tubo Sendana, setelah penyaluran MBG pada Selasa, 12 Januari 2026.

Example 300x600

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, total 3.475 paket makanan dibagikan pada hari tersebut. Sebanyak 2.644 ompreng disalurkan kepada siswa sekolah, sementara 831 paket lainnya diperuntukkan bagi kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui layanan posyandu.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan pada malam hari sekitar pukul 20.30 Wita. Sejumlah penerima MBG mengeluhkan gejala seperti sakit kepala, demam, mual, muntah, hingga diare. Warga yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Hingga pembaruan data terakhir, sebanyak 38 pasien masih menjalani perawatan di Puskesmas Sendana II. Dua pasien dirawat di Puskesmas Salutambung, satu orang dinyatakan membaik dan telah dipulangkan, sementara sembilan lainnya menjalani perawatan mandiri di rumah. Tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia maupun pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, menjelaskan bahwa penetapan status KLB dilakukan untuk mempercepat penanganan dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.

“Status KLB menunjukkan adanya kondisi yang memerlukan respons cepat dan terukur,” ujarnya.

Ia menambahkan, Tim Gerak Cepat bersama petugas surveilans kesehatan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan medis, pendataan korban, serta penyelidikan awal terkait dugaan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Sebagai bagian dari investigasi, petugas telah mengambil sampel makanan MBG serta muntahan korban untuk diperiksa di laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju. Pemeriksaan epidemiologi masih terus berlangsung sambil menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan sumber dan penyebab kejadian.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *