Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BerandaInternasionalKonflik BersenjataPeran Negara TetanggaSerangan & Keamanan

Bentrokan Bersenjata Pecah di Perbatasan Thailand–Kamboja, Puluhan Ribu Warga Dievakuasi

114
×

Bentrokan Bersenjata Pecah di Perbatasan Thailand–Kamboja, Puluhan Ribu Warga Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Delikpos News — Ketegangan lama di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah bentrokan bersenjata pecah di sejumlah titik wilayah sengketa, menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil serta memicu krisis diplomatik antara dua negara Asia Tenggara tersebut.

Mengutip laporan Al Jazeera dan sejumlah media internasional, bentrokan terjadi pada Kamis pagi di sekitar kawasan Kuil Ta Moan Thom, wilayah yang selama bertahun-tahun diperebutkan kedua negara. Insiden tersebut dengan cepat berkembang menjadi pertempuran terbuka, melibatkan artileri berat hingga serangan udara lintas perbatasan.

Example 300x600

Pemerintah Thailand menyatakan sedikitnya 13 warga sipil dan satu personel militer tewas akibat tembakan artileri dari pihak Kamboja. Selain itu, puluhan warga sipil dan belasan tentara dilaporkan mengalami luka-luka. Thailand juga mengonfirmasi pengerahan jet tempur F-16 yang menyerang target militer di wilayah Kamboja sebagai respons atas serangan tersebut.

Perbatasan Ditutup, Warga Mengungsi

Militer Thailand menutup seluruh jalur perbatasan dengan Kamboja setelah pertempuran meluas ke sedikitnya enam wilayah. Otoritas setempat melaporkan evakuasi besar-besaran warga sipil dari desa-desa perbatasan.

Seorang pejabat distrik di Provinsi Surin mengatakan lebih dari 40.000 penduduk dari puluhan desa telah dipindahkan ke lokasi yang dianggap lebih aman. Rekaman video yang diverifikasi media internasional memperlihatkan warga berjalan berkelompok sambil membawa barang-barang pribadi menuju tempat perlindungan darurat.

Saling Tuduh dan Ketegangan Diplomatik

Kedua negara saling menuding sebagai pihak pemicu bentrokan. Militer Thailand menyebut insiden diawali oleh pergerakan pasukan Kamboja dan tembakan roket ke wilayah Thailand. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh Thailand terlebih dahulu melanggar wilayah udara dan darat Kamboja, serta melakukan serangan tanpa provokasi.

Pemerintah Kamboja mengecam keras serangan udara Thailand dan menyebutnya sebagai agresi terhadap kedaulatan nasional. Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen bahkan menyatakan pasukan negaranya tidak memiliki pilihan selain melakukan serangan balasan.

Situasi ini diperparah dengan memburuknya hubungan diplomatik. Thailand menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir utusan Kamboja, sementara Kamboja membalas dengan langkah serupa.

ASEAN dan Dunia Internasional Turun Tangan

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran regional. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, selaku Ketua ASEAN, menyatakan telah berkomunikasi dengan pemimpin kedua negara dan mendorong penghentian permusuhan serta penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Pemerintah Tiongkok juga menyatakan keprihatinan mendalam dan menyerukan dialog untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dilaporkan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat guna membahas situasi tersebut.

Konflik Lama yang Kembali Membara

Pengamat menilai bentrokan ini merupakan puncak dari perselisihan perbatasan yang telah berlangsung lebih dari satu abad, sejak penarikan garis batas wilayah oleh Prancis pada masa kolonial. Konflik serupa pernah pecah lebih dari satu dekade lalu dan kembali muncul dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Asia Human Rights and Labour Advocates (AHRLA), Phil Robertson, memperingatkan bahwa situasi berpotensi memburuk sebelum mereda. Ia menilai tidak ada pihak yang ingin terlihat mengalah di tengah meningkatnya sentimen nasionalisme di kedua negara.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *