Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BerandaInternasionalKondisi Warga

Israel Lakukan Kunjungan Diplomatik Perdana ke Somaliland, Picu Reaksi Keras Kawasan

103
×

Israel Lakukan Kunjungan Diplomatik Perdana ke Somaliland, Picu Reaksi Keras Kawasan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Ilustrasi Gambar
Example 468x60

Delikpos News — Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, melakukan kunjungan resmi ke Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia, dalam langkah diplomatik yang langsung memicu ketegangan regional dan kecaman dari sejumlah negara Afrika serta Timur Tengah.

Kunjungan tersebut menjadi yang pertama dilakukan pejabat tinggi Israel setelah Tel Aviv secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka pada akhir Desember lalu. Pengakuan itu menjadikan Israel sebagai negara pertama di dunia yang memberikan legitimasi diplomatik kepada wilayah tersebut.

Example 300x600

Berdasarkan laporan media internasional, Saar tiba di ibu kota Hargeisa dan disambut oleh jajaran pejabat pemerintah setempat. Ia juga menggelar pertemuan dengan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi di kompleks kepresidenan.

Dalam pernyataannya, Saar menegaskan bahwa Israel tidak akan mundur meski pengakuan terhadap Somaliland menuai kritik luas. Ia menyatakan kedua pihak berencana membuka kedutaan dan saling menunjuk duta besar dalam waktu dekat.

“Tidak ada pihak yang berhak menentukan dengan siapa Israel menjalin hubungan diplomatik,” ujar Saar.

Somalia dan Uni Afrika Bereaksi Keras

Pemerintah Federal Somalia langsung mengutuk kunjungan tersebut. Kementerian Luar Negeri Somalia menyebut kehadiran pejabat Israel di Somaliland sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional dan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal negara.

Somalia menegaskan bahwa setiap aktivitas diplomatik di wilayahnya tanpa persetujuan Mogadishu dianggap ilegal dan tidak sah.

Kecaman juga datang dari Uni Afrika. Dalam pertemuan darurat tingkat menteri, Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika menyerukan agar Israel segera mencabut pengakuannya terhadap Somaliland. Sejumlah negara anggota menilai langkah Israel berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelaty, menyebut pengakuan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap integritas wilayah Somalia dan ancaman bagi perdamaian regional.

Tuduhan Relokasi Palestina dan Ketegangan Laut Merah

Isu ini semakin sensitif setelah Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menuding adanya kesepakatan terselubung antara Israel dan Somaliland, termasuk dugaan rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza serta kerja sama militer.

Somaliland membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa hubungannya dengan Israel bersifat diplomatik murni serta menghormati hukum internasional. Namun, pernyataan sejumlah pejabat Somaliland membuka kemungkinan kerja sama keamanan di masa depan.

Situasi semakin memanas setelah kelompok Houthi Yaman memperingatkan bahwa keberadaan Israel di Somaliland akan dianggap sebagai sasaran militer. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Laut Merah yang melibatkan berbagai kekuatan regional.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *