Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BerandaHukum&KriminalSulawesi BaratSulawesi Info

Diduga Rekam Dua Perempuan di Toilet Masjid, Bocah 12 Tahun di Mamuju Jadi Pemicu Bentrokan Warga

45
×

Diduga Rekam Dua Perempuan di Toilet Masjid, Bocah 12 Tahun di Mamuju Jadi Pemicu Bentrokan Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAMUJU, delikpos– Dugaan tindakan perekaman terhadap dua perempuan di toilet sebuah masjid di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berujung pada bentrokan antar keluarga dan warga pada Minggu (2/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut bermula ketika dua perempuan yang sedang dalam perjalanan singgah di sebuah masjid untuk menggunakan fasilitas toilet. Saat berada di dalam toilet, keduanya merasa curiga setelah mengetahui ada seseorang yang diduga merekam aktivitas mereka dari bagian atas plafon.

Example 300x600

Merasa privasinya dilanggar, kedua perempuan tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan mereka mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bergegas menuju lokasi untuk mencari pihak yang diduga melakukan perekaman.

Dari hasil penelusuran warga di sekitar area masjid, ditemukan seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang diduga terkait dengan aksi tersebut. Informasi itu kemudian sampai kepada keluarga kedua perempuan yang datang ke lokasi dalam kondisi emosi.

Situasi yang semula hanya berupa dugaan pelanggaran privasi berubah menjadi keributan setelah terjadi aksi pemukulan terhadap bocah tersebut. Ketegangan kemudian meluas dan memicu bentrokan antara pihak keluarga yang terlibat.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, dugaan perekaman yang melibatkan seorang anak menjadi pemicu awal terjadinya keributan di lokasi kejadian.

“Anak berusia 12 tahun diduga merekam dua perempuan di toilet masjid. Dari kejadian itu kemudian berkembang menjadi perkelahian antar kedua belah pihak,” ujar Herman, Senin (3/8/2026).

Di tengah situasi yang memanas, seorang anggota Polda Sulawesi Barat berinisial Iptu SJ yang kebetulan melintas di lokasi berusaha meredam dan melerai keributan. Namun upaya tersebut justru berujung nahas.

Iptu SJ diduga menjadi sasaran pengeroyokan setelah sejumlah warga mengira dirinya ikut terlibat dalam aksi pemukulan terhadap bocah yang menjadi terduga pelaku perekaman.

“Anggota saat itu berusaha melerai. Namun ada kesalahpahaman sehingga dikira ikut melakukan pemukulan dan akhirnya menjadi korban pengeroyokan,” jelas Herman.

Akibat insiden tersebut, Iptu SJ mengalami sejumlah luka dan mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dua perkara sekaligus, yakni dugaan perekaman terhadap perempuan di toilet masjid serta kasus pengeroyokan yang menimpa anggota Polri tersebut.

Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh serta menentukan langkah hukum yang akan diambil sesuai hasil penyelidikan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *